SEKOLAH ISLAM TERPADU AULIYA PALING FAVORITE DI BINTARO JAYA

Sekolah islam terpadu di bintaro jaya ini kerap diucap bagaikan Sekolah Islam Terstruktur Auliya (SIT). Jadi jika itu sekolah dasar hingga tidak tidak sering disingkat jadi SDIT (Sekolah Dasar Islam Terstruktur Auliya). Umumnya jam sekolah lebih jauh. Alhasil sering diucap bagaikan‘ full day school’. Sebab era belajarnya seharian hingga lewat jam dahar siang, sampai- sampai sekolah acapkali pula sediakan dahar siang.

Ini menunjukkan kalau warga terus menjadi yakin dengan keberadaan Sekolah Islam Terstruktur Auliya. Kala seluruh calon orang tua anak didik ditanya ajaran menitipkan putra putrinya di Sekolah Islam Terstruktur Auliya, pada umumnya tanggapannya karena jatah pelajaran agama lebih banyak. Betul, mereka pasti memiliki asa besar biar putra putrinya memiliki adab agung, giat ibadah, pintar, mandiri, serta inovatif yang esok sanggup mengalami hambatan era.

Satu, Dasarnya yakni kepercayaan islamiyah (kepercayaan atau al- aqidah al- islamiyyah). Dalam sistem sekuler, pembelajaran diceraikan dari agama. Andaikan terdapat, agama saja diberi jatah 2 ataupun beberapa jam sepekan. Kurikulum pula tidak berplatform keagamaan. Kesimpulannya, pelajaran pelajaran, antusias, serta metode yang dibesarkan jauh dari keagamaan. Kering. Tujuannya juga hanya modul: angka, titel, serta menciptakan profesi.

Kedua, tujuan bimbingan dalam Islam yakni membuat asli diri Islam serta membagikan keahlian dalam ilmu kehidupan. Dalam sistem bimbingan sekuler, bimbingan tertuju saja hanya berburu angka. Andaikan dikenal bermutu, tolok ukur kualitasnya yakni kelebihan keahlian di aspek ilmu serta teknologi.

Ketiga, tolok ukur bukan hingga angka. Akibat dari destinasi di atas, evaluasi tidak saja didasarkan pada angka melainkan juga ketaatan buat Allah SWT. Disinilah kelulusan didetetapkan oleh pengajar atau guru yang menguasai gerak- gerik rutinitas partisipan ajar.

Keempat, bimbingan terstruktur. Dalam sistem bimbingan dikala ini mayoritas saja mencampurkan antara pandangan kognitif, afektif serta psikomotorik. Sementara itu, sedi- segi itu saja menuntaskan kasus perseorangan. Karenanya, memerlukan dipadukan juga pandangan yang berkaitan modul.

Kelima, biaya serta keringanan free. Negeri membenarkan terpenuhinya demikian banyak sarana itu. Pembelajaran bebas buat semua orang. Rasulullah SAW sempat memutuskan keahlian kepada seluruh narapidana perang Badar, kalau seluruh narapidana itu bisa leluasa dengan tiap mengajari 10 orang masyarakat Madinah menyimak serta menulis. Sementara itu, narapidana dapat leluasa apabila memberikan bayaran yang adalahhak baitul plaza. Dengan aksi begitu berarti Rasulullah menyudahi pembelajaran itu diongkosi oleh negeri (baitul plaza).

INFORMASI & PENDAFTARAN

TKIT AULIYA

  • Gedung Abu Bakar Ashiddiq
  • Jalan Jombang Raya Nomor. 39, Pondok Aren
  • KB- TK: (021) 745 2897
  • Email: [email protected] sch. id

SDIT AULIYA

  • Gedung Umar bin Khattab (Jalan Jombang Raya Nomor. 1, Pondok Aren)
  • Gedung Utsman bin Affan (Jalan Jombang Raya Nomor. 49, Pondok Aren)
  • SDIT: (021) 745 1055
  • Email: [email protected] sch. id

SMP- SMAIT AULIYA

  • Gedung Ali bi Abi Tholib
  • Jalan Jombang Raya Nomor. 49, Pondok Aren
  • SMPIT: (021) 745 9203
  • SMAIT: (021) 745 8939
  • Email: [email protected] sch. id

Leave a Comment